Menyoal Inovasi “Smartphone” Kelas Atas | Agen Jasa Pembuatan Website Malang | Gotech Malang

WEBMALANG.com – Dalam laporan fiskal kuartal IV 2016, Apple kembali mencatat penurunan penjualan iPhone. Penurunan penjualan itu dialami Apple selama tiga kuartal berturut-turut sepanjang 2016. Untuk pertama kalinya juga setelah 10 tahun terus mengalami pertumbuhan, pemasukan Apple mulai menurun karena penjualan iPhone tersebut. Tak ayal, hal ini pun memunculkan pertanyaan, apakah konsumen sudah bosan dengan Apple? Apakah inovasi yang dibuat Apple pada iPhone tidak lagi menarik di mata konsumen? Pemasukan Apple pada kuartal keempat yang berakhir pada September 2016 lalu menyusut 9,8 persen menjadi 46,9 miliar dollar AS, dan keuntungannya turun 23 persen menjadi 9 miliar dollar AS dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Penurunan tersebut dikutip dari The Verge, Jumat (20/1/2017), disebabkan karena penjualan iPhone yang menurun, yakni sebesar 13 persen dari tahun ke tahun. Inovasi mandek? Inovasi produk memang telah menjadi sorotan sejak lama setelah pucuk pimpinan Apple diserahkan dari Steve Jobs ke Tim Cook. Isu yang paling baru, Apple disebut kalah inovasi dari Microsoft dalam hal PC all-in-one. Surface Studio rancangan Microsoft disebut banyak pengamat telah mengungguli iMac. Sementara dari lini smartphone, masih ingat dengan meme iPhone 6 yang disebut hanya versi lebih panjang dari iPhone 5? Banyak kosumen yang juga kecewa dengan iPhone 7 karena dihilangkannya jack audio 3,5 mm dan digantikan dengan earphone nirkabel AirPods. Konsumen memang masih bisa menggunakan colokan audio 3,5 mm, namun mereka harus menggunakan adaptor. Survei yang dilakukan oleh ReportLinker pada September 2016 lalu juga menyebut bahwa 67 persen warga AS enggan membeli iPhone 7 dan 7 Plus. Walau ada sebagian kecil yang berminat membeli, namun keduanya dianggap tidak bisa menarik minat konsumen baru. Inovasi Apple di era Tim Cook ini sempat menjadi laporan di USA Today. Menurut USA Today, meski harga saham dan pemasukan Apple meningkat hampir dua kali lipat sejak Cook menjabat CEO pada 2011 lalu, namun penjualan iPhone terus menurun. Hingga akhirnya pada akhir 2016 lalu, pemasukan Apple mulai mengalami penurunan. Nilai saham Apple pun terpangkas seperlima dari nilai pasar tertingginya sejak April 2015 lalu. Cook memang menghadapi kondisi pasar yang berbeda dibandingkan era Jobs. Jika Jobs gencar menghadirkan produk-produk baru sejak 2007 lalu dengan iPhone, App Store, iMac, dan iPad, maka Cook harus membawa Apple bertransisi. Dari perusahaan yang semula hanya bergantung dari hardware saja, ke jasa layanan, kecerdasan buatan, TV, dan kemungkinan mobil pintar. “Cook memang bisa mengatur operasi perusahaan lebih baik, sementara Jobs lebih sering berinovasi,” ujar Angelo Zino, analis senior dari S&P Global Market Intelligence. Analis juga memandang, jika kompetitor lain fokus kepada peningkatan kemampuan smartphone-nya, seperti kemampuan virtual reality (VR), video 360 derajat, connected home, dan kemampuan tahan air, maka Apple disebut masih terjebak dalam dogma membuat produk yang lebih tipis, ukuran lebih besar, dan performa kencang dalam membuat iPhone. Kesempatan bagi vendor smartphone lain Lemahnya inovasi yang dilakukan Apple bisa jadi membuka kesempatan bagi pabrikan pembuat smartphone lain. Terutama pabrikan smartphone Android. Di segmen ini, kita melihat berbagai inovasi, seperti kemampuan VR dan AR yang diinisiasi Google dengan Project Tango dan Daydream. Setidaknya, sudah ada dua vendor smartphone Android yang membuat perangkat berkemampuan ini, yakni Lenovo dengan Phab 2 Pro dan Asus dengan Zenfone AR-nya. Di sisi lain beberpa produsen smartphone juga melakukan pendekatan lain dengan mengembangkan konsep modular, seperti LG dan Motorola. Kembali menyinggung ke survei yang dilakukan oleh ReportLinker di atas. Sebenarnya, smartphone-smartphone flagship dengan spesifikasi tinggi ini masih ada peminatnya. Namun sedikitnya inovasi membuat mereka enggan untuk membeli atau berganti ke yang baru. Sekarang, tinggal bagaimana vendor-vendor smartphone ini berlomba-lomba menawarkan inovasi terbaru mereka sehingga menarik minat konsumen.

No Comment

You can post first response comment.

Leave A Comment

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter a message.